Setiap Waktu
PERUBAHAN SETIAP WAKTU
Baru pertama kali kedua kaki saya singgah di salah satu sekolah yang terlihat begitu sederhana tidak terlihat elegan seperti sekolahan lainnya. Akan tetapi, jangan menilai sesuatu apapun dari luarnya yang belum tentu tersirat jelas keburukannya.
Awal masuk sekolah ini saya belum menemukan karakter yang terdapat pada teman-teman saya. Saya hanya sekedar diam saat memasuki koridor yang bertulisan IPS 3, merupakan kelas yang akan saya timbah ilmu dan menggapai cita-cita setinggi langit. Saat berada di dalam ruangan IPS 3 banyak tatapan pasang muka yang berbeda-beda, memiliki sifat yang berbeda, memiliki tujuan yang berbeda pula. Saya pun masih tetap dengan tatapan biasa dan hanya diam saat mereka pada berbincang dengan asiknya. Di dalam ruangan kelas ini saya tidak mengenal nama dari teman saya sendiri, saya pun hanya mengenal perempuan cantik yang duduk sebangku saat itu dengan saya yang bernama Sevilla Arshelia. Saya hanya baru mengenal dia, akan tetapi gadis tersebut asik saat diajak berbicara dalam hal apapun walaupun terkadang suka telat mikirnya.
Disini saya akan mengenalkan diri kepada mereka yang akan menjadi seseorang yang mengisi kehidupan yang akan terjadi ke depannya. Perkenalkan nama saya Safira Azzahra kalian bisa memanggil saya Safira, saya dulu sekolah di SMP Negeri 140 Jakarta Utara. Saya sendiri suka akan mengenai hal-hal baru dan menemukan karakter yang berbeda karena menurut saya itu terkesan unik dengan banyak karakter yang berbeda-beda. Saya masih tetap dengan keadaan diam saat itu dan hanya ngomong sekira-nya diperlukan. Dari gadis yang bernama Sevilla saya pun berkenalan dengan 2 gadis cantik yang saat itu duduk di belakang tempat duduk kami, mereka berdua bernama Jessia Evangeli dan Neng Karlina, mereka berdua sosok gadis yang baik di mata saya. Disini saya akan menceritakan Jessica Evangeli menurut pandangan saya, dia itu sosok gadis baik, cantik, murah senyum, pintar, memiliki wawasan luas berbeda dengan gadis yang bernama Neng Karlina dia itu gadis pendiem, tidak banyak berbicara, pintar, baik, cantik.
Hari demi hari berganti dengan begitu cepatnya. Masa Orientasi Siswa pun sudah berakhir, akan tetapi sebelum berkhirnya masa tersebut saat itu saya melihat sosok laki-laki yang menurut saya dia itu tidak mencerminkan memiliki kepribadian yang baik. Dia saja saat memasuki ruangan kelas dimana ada guru pakaian yang dia pakai tidak baik malahan dia mengeluarkan pakaian-nya dan telat saat masuk keruangan kelas karena alesan telat bangun pada waktu itu. Pandangan saya waktu itu cuman berfikir kalau dia nakal saat mengenalnya dan mengetahui diri nya walaupun tidak sepenuhnya ternyata dia orangnya sangat asik diajak sharing, bercanda dan lain-lain. Oiya lupa dengan nama laki-laki itu, laki-laki
itu bernama Eurico Akbar Rabbani, dia orang yang cenderung bodo amat dengan apapun, di bilang malas tidak juga, satu keburukan yang ada di diri-nya itu melawan rasa kantuknya terhadap kedua bola mata nya pasti dia akan tertidur saat ada guru walaupun terkadang sih sikap dia seperti itu. Sikap dia seperti itu hanya terlihat di kelas 10 dan saat menaiki tingkat ke yang lebih menengah kebiasaan dia yang tertidur di kelas sudah berkurang saat itu di kelas mengusulkan duduk dengan Tutor Sebaya dari kelas 10 hingga 3 tahun di SMA Negeri 111 Jakarta Utara. Eurico waktu kelas 11 mendapatkan ketua tutor sebaya yang bernama Jessica, karena hanya dengan gadis itu Eurico bisa mengubah kebiasaan buruk nya menjadi dikurangi dan bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Dari awal Masa Orientasi Siswa sampe berakhir-nya ada dua siswa yang belum hadir saat itu di kelas IPS 3. Kedua nama tersebut bernama Maulana Assyidiq dan Muhammad Rasyid Aditya, saat itu saya hanya berpikir mengenai kedua laki-laki tersebut yang akan menjadi teman saya juga di kelas yang di dalam benak diri saya saat itu kemungkinan mereka sedang ada acara penting yang menyeharuskan mereka tidak ikut serta saat Masa Orientasi Siswa. Waktu itu saya tidak terlalu mengingat dengan jelas hari apa sosok laki-laki yang bernama Maulana Assyidiq memasuki ruangan kelas. Waktu dia sudah hadir di tengah-tengah ruangan kelas saat itu juga di mata saya begitu sangat asing untuk mengenal wajah-nya sekedar mengetahui nama nya saja saya pun tidak mengetahuinya. Sampai ketika guru yang mengajar di kelas meminta dia untuk memperkenalkan diri nya dihadapan semua teman-nya. Akhirnya dia memperkenalkan diri-nya di hadapan semua tatapan wajah yang bertanya-tanya mengenai sosok yang sedang berbicara dan mengetahui asal sekolahnya, saat dia mengatakan dari SMP Negeri 152 Jakarta Utara dari situ lah malahan menjadi diri saya makin bertanya-tanya terhadapnya. Apakah dia tinggal di daerah yang sama juga dengan saya? Atapun tidak sama sekali dan ternyata benar dia memiliki tempat tinggal yang sama dengan saya cuman berbeda dengan nama wilayahnya saja.
Berbeda dengan sosok laki-laki yang bernama Muhammad Rasyid Aditya, dia sama sekali tidak menginjak-kan diri nya di SMA Negeri 111 Jakarta Utara , satu alasan dia tidak diperbolehkan dengan Sang Ibu-nya itu dikarenakan letak sekolah nya dengan rumah-nya jauh padahal diri saya dan teman-teman yang lain juga memiliki rumah yang jauh dengan sekolahan yang ditempati saat ini.
Dengan seiring-nya waktu yang berjalan pergantian siang dan malam, Rintiknya air hujan yang turun membasahi permukaan bumi ini dengan derasnya, disertai dengan angin sepoi-sepoi yang begitu dingin-nya. Keadaan kelas saat itu sangat damai tidak ada keributan yang terjadi di dalamya walaupun sedang keadaan freeclass saat itu. Semua pada sibuk dengan tugasnya masing-masing yang diberikan oleh guru yang tidak hadir saat ini. Masih saja terlihat ada yang tidak mengerjakan tugasnya melainkan asik dengan mimpi-nya saat itu. Akhirnya saya jengah melihat orang yang sedang terlelap dengan tenangnya saat itu juga saya berusaha membangunkan-nya untuk menyelesaikan segera tugasnya. Dan ternyata yang tertidur saat itu laki-laki yang baru saja menjadi teman dikelas, Maulana. Akhirnya dia bangun dan mengerjakan tugasnya sampai selesai.
Maulana Assyidiq merupakan sosok laki-laki yang sok galak, sok jutek akan dari hal itu dia anaknya sangat baik, peduli terhadap teman-nya. Saya dulu yang tidak tau menau mengenai diri dia akan tetapi ada hal yang menarik yang ada dalam diri saya untuk mengenal dirinya lebih jauh lagi. Saya dan Adinda bisa dibilang sahabatan dengan dirinya. Maulana memiliki sikap yang tidak terlalu buruk akan tetapi pasti jadi perbincangan yang hangat. Dia itu sama hal nya seperti Eurico yang suka tertidur di kelas sampai-sampai sudah sering berkali-kali kena teguran dari guru yang setiap ngajar di kelas IPS 3 dan teman kelasnya yang tidak bosan-bosannya untuk membangunkan diri-nya saat sudah mulai tertidur apalagi saat guru sedang menerangkan materi yang begitu pentingnya. Saat pembagian raport pun wali kelasnya memberitahukan kepada orang tua –nya mengenai masalah kebiasaan dia yang suka tertidur di dalam kelas dan orang tua nya pun hanya menanggapi-nya seperti biasa, dikarenakan tidak jauh pasti setiap pengambilan raport mengenai soal anaknya tertidur di dalam kelas. Sikap itu pasti sulit untuk diubah melainkan dia kata Sang Ibu-nya punya Anemia pasti efek nya akan terlihat pucat,rasa kantuk dan sampai seketika dia sedang mendekati seseorang dan seseorang tesebut terlalu cuek tentang hal yang seperti itu pasti dianggap biasa saja. Tidak berani untuk mencurahkan isi hati-nya sampai satu tahun setengah, tetapi dia tetap mencurahkan isi hatinya terhadap seseorang yang dia sayangi, yaitu My Ice nya.
Perubahan yang terjadi di dalam diri Maulana sendiri terlihat jelas belakangan ini untuk tertidur di dalam kelas sudah dikurangi semenjak mengenal seseorang tersebut. Dari sikap buruknya, sifat dia yang gampang emosi, perasa,posesif itu semua bisa diredakan dan di hilangkan walaupun tidak akan secara menyeluruh hilangnya melainkan secara bertahap dan berproses dan menduduki jenjang yang lebih tinggi dan memiliki banyak pengalaman yang terjadi pasti sikap kebiasaan diri nya akan hilang begitu saja. Dan dia bilang sangat beruntung bisa mengenal seseorang itu yang bisa mengubah diri-nya, dia hanya mengingat setiap kata-kata seseorang tersebut untuk dirinya. Salah satu kata nya ialah :
“Jangan pantang menyerah dan putus asa untuk mengubah segalanya yang terdapat di dalam diri kamu, rintangan kamu cukup satu dan musuh terberatmu bukan hanya saingan yang diluar kamu melainkan musuh terbesarmu ada di dalam diri kamu sendiri. Dan kamu harus berhasil menaklukan semua sifat, sikap kamu yang ada di dalam diri kamu baik itu buruk menjadi lebih baik dari sebelumnya dan hilangkan rasa takut-mu terhadap seseorang yang bikin kamu hancur sendiri”-Zha.
Setiap sebuah kata ataupun kalimat dari seseorang yang disayang-nya mengutarakan itu semua untuk demi kebaikan dirinya dia pun selalu mendengarkan dan menelaah dengan baik-nya. Dia bersyukur dapat bisa mengenal seseorang tersebut yang bisa mengubah pola pikir-nya dan menjadikan diri dia lebih baik dari sebelumnya secara bertahap dan sebisa mungkin dengan kemampuan yang ada di dalam diri nya. Seseorang itu tidak akan lelah nya untuk mengasih arahan yang lebih baik untuk diri dia. Seseorang tersebut baik dan perhatian terhadap diri dia sedikitpun perubahan dari raut wajah nya kentara jelas pasti dia sedang terjadi masalah. Dia selalu menutupi rasa kesepian, rasa duka nya, rasa ketakutannya pada mereka-mereka yang tidak mengenal secara menyelurh terhadap dirinya. Kalian akan selalu liat di raut wajahnya sebuah lengkungan bibir yang tersenyum walaupun terkadang dia akan diam seharian. Pasti banyak yang berfikir kalau dia tidak ada masalah dan enjoy-enjoy saja, dari semua itu kalian akan tertipu dengan raut wajahnya bahkan senyuman itu bisa di bilang “fake smile” melainkan di belakang kalian dia sangat amat menyimpan luka yang begitu amat dalam, kerapuhan yang terjadi di dalam dirinya. Dari itu semua seseorang yang hadir di kehidupan dia tidak sama sekali merasa kecewa atau akan menjauhi diri dia melainkan seseorang tersebut terus saja memberikan motivasi yang baik untuk diri-nya dan memberikan semangat terhadap diri dia untuk berusaha menjadi yang lebih baik yang diinginkan dia saat ini
Suara bel pun berdenting hingga ke penjuru seluruh lantai yang menandakan berakhirnya seluruh kegiatan para siswa-siswi. Siswa-Siswi SMA Negeri 111 Jakarta Utara pun membereskan seluruh buku-buku yang berserakan di atas meja dan bergegas keluar dari ruangan kelas dan menuju keluar gerbang. Akan tetapi, tidak semua murid di dalam ruangan IPS 3 pulang, dikarenakan pasti ada yang sedang melaksanakan tugas harian-nya untuk Piket bergilir membersihkan ruangan-nya untuk tetap terlihat nyaman dan bersih saat memasuki ruangan kelas IPS 3 bahkan bukan hanya di IPS 3 saja yang menjalankan tugasnya seperti ini melainkan seluruh kelas di SMA Negeri 111 Jakarta Utara ini pasti sebelum pulang akan melaksanakan piket-nya terlebih dahulu. Ruangan IPS 3 sendiri pun memiliki seksi kerbersihan untuk memantau kegiatan piket bergilir sesuai jadwal piket yang telah dibentuk dan persetujuan dari wali kelas beserta seluruh warga kelas IPS 3.
Dari hasil kerja kerasnya selama ini dalam membersihkan ruangan kelasnya masing-masing pasti mendapatkan rewards yang di berikan dari sekolah, entah itu disebutkan dalam setiap amanat saat upacara yang menyebutkan kelas terbersih pasti jatuh di kelas IPS 3 dari kelas 10 sampai kelas 11 ini. Saat itu juga pernah diadakan kompetisi keberihan setiap koridor kelas dan di dalam kelasnya juga pasti selalu saja kelas IPS 3 yang mendapatkan posisi pertama terus. Bahkan waktu itu ada kelas lain yang ingin menyaingi kelas IPS 3 untuk bergeser posisi tetapi kelas lain tidak bisa mengalahkan kelas IPS 3 dikarenakan setiap piket saja selalu dipantau sama seksi kebersihan, jika setiap sudut ruangan yang belum bersih pasti akan kena omelan.
Oiya nama seksi kebersihannya bernama Muhammad Rivai, dia itu di bilang galak sih iya galak banget malahan, tegas juga tapi dari itu semua dia anaknya baik tau kalau kalian mengenal dia. Walaupun dia galak dan tegas itu pun demi kelas-nya untuk tetap bertahan menjadi kelas terbersih dan kelas IPS 3 menjadi contoh buat kelas-kelas lainnya. Dia juga pintar memiliki wawasan yang luas juga jangan kan di bagian Akademik nya saja di bagian Non-Akademiknya pun dia menguasai juga salah satunya di bagian silat “Merpati Putih” dia pernah mengikuti perlombaan dan dia pun dapat membawa penghargaan buat nama sekolah tercinta-nya.
Saya memiliki ketua tutor yang bernama Adif Akbar Sejati, dia itu pintar banget padahal dia pernah bilang di tutornya kalau dia sama sekali tidak suka membaca buku kalau sudah dirumah melainkan kalau yang banyak tulisan bagi dia malas untuk membaca, tapi heran banget sama dia otaknya terbuat dari apa coba bisa sepintar itu loohh. Dia juga orangnya baik, asik juga kalau di tutor tetapi kalau sudah diam berarti dia sedang tidak mau di ganggu. Tapi dia kalau di tutor pasti ngejelasin ke anak-anak tutornya dengan sabar-nya yahh terkadang dia kesel juga sama anak tutor-nya yang susah di bilangin mungkin saja saya termasuk daftar list dia kalau susah diatur saat di tutor. Dia juga jago banget ngaji nya looh, pokoknya idaman banget kalau buat gadis-gadis yang memiliki kriteria seperti ini.
Saya juga memiliki sahabat-sahabat yang memiliki berbagai karakter yang berbeda-beda yang satu ingin di mengerti dan di pahami, yang satunya lagi perasa banget. Bisa di bilang salah satu sahabat yang ingin saya ceritakan sih bernama Dian Lestari.
Dian Lestari entah kenapa saya ingin menceritakan dia nih, By the way dia orangnya perasa banget saya saja kalau ngeliat dia sedang nangis bisa ngikut jadi nangis habisnya dia kalau nangis bisa terseduh-seduh banget tau ga sih. Dia gadis cantik, pintar dia sama halnya seperti saya pasti keburukannya dengan malas-nya itu loohh pokoknya kalau udah malas pasti buat ngelakuin apa pun ga bakal mau bahkan buat belajar atau ngerjain tugas butuh pencerahan dan gemblengan dari orang terdekatnya.
Saya sedikit menceritakan sekolah saya nih. SMA Negeri 111 Jakarta Utara sekolah yang tidak begitu mewah, tidak terlihat elegan berbeda dengan sekolahan lainnya. Sekolah ini hanya sangat sederhana, simple namun terlihat elegan dengan beberapa aturan yang telah di buatnya dan disepakati oleh seluruh warga sekolah ini. Banyak yang bilang sekolah ini ke penjara. Kenapa bisa berketik seperti itu? Disini aturan sangat disiplin banget, atribut tidak lengkap atau melakukan kesalahan tidak jauh dari dapat point terus biasanya sekolahan lain pasti tidak mengumpulkan “Handphone” berbeda dengan sekolah ini handphone saja pun dikumpul bisa diambil saat sedang diperlukan atau saat sedang melakukan pencarian tugas yang tidak ditemui di buku, setelah tugas selesai kembali dikumpulkan, dan akan di kembalikan saat sudah pulang sekolah.
“Itulah yang menjadikan ciri khas di sekolah ini loohh, walaupun sekolahan-nya seperti penjara akan tetapi sekolah ini terbaik kok banyak yang berprestasi mau di bidang Akademik maupun Non-Akademik. Dengan memiliki peraturan yang sangat disiplin itu bisa dapat melatih kita semua buat belajar disiplin akan waktu buat di masa yang akan menanti dan sudah terbiasa dengan hal yang disiplin”
very nice dear :*
BalasHapus